Tuesday, October 29, 2013

Wenger Tuntut Respons Positif Arsenal Lawan Liverpool

London - Arsene Wenger menolak panik setelah Arsenal disingkirkan Chelsea di Piala Liga Inggris. Arsenal kini dituntut merespons dengan kemenangan melawan Liverpool dalam lanjutan liga akhir pekan ini.

The Gunners ditekuk dua gol tanpa balas dalam laga babak keempat yang dipanggungkan di kandangnya sendiri di Emirates Stadium pada dinihari tadi. Dengan kemenangan iniThe Blues berhak lolos ke perempatfinal.

Bagi Arsenal, kekalahan ini bisa dibilang menjadi modal negatif karena pada Sabtu (2/11/2013) mereka akan menjamu rivalnya yang sedang onfire Liverpool.

Duel melawan The Reds niscaya akan berjalan seru. Dengan selisih dua poin saja, Arsenal mempertaruhkan takhta klasemen yang sekarang didudukinya.

"Memang lebih baik menang, jika Anda bertanya kepada saya," ucap manajer Arsenal ini sebagaimana dikutip Guardian.

"Ini adalah sebuah pertandingan beruntun yang sulit, tapi itu merupakan bagian dari musim. Kami tahu pertandingannya. Kami harus merespons dengan baik melawan Liverpool."

"Kami sedang dalam posisi yang kuat di liga dan memiliki sebuah kesempatan di kandang sendiri, dan kami harus bisa bangkit. Di laga tandang kami sangat solid tapi di kandang sendiri Anda tahu ini adalah penting dan vital untuk menang di laga-laga besar," lugas Wenger.

Saturday, October 26, 2013

Gol Arteta dan Giroud Menangkan Arsenal atas Palace

London - Arsenal memetik poin maksimal dalam lawatan ke markas Crystal Palace. Arsenal, yang menyudahi laga dengan 10 pemain, menang 2-0 lewat gol Mikel Arteta dan Olivier Giroud.

Di Selhurst Park, Sabtu (26/10/2013) malam WIB, Arteta membuka kemenangan Arsenal lewat tendangan penaltinya di menit ke-47. Sial untuk Arsenal, Arteta kemudian justru dikartu merah di menit ke-65 dan membuat tim tamu harus bermain dengan 10 pemain.

Akan tetapi, Giroud kemudian memastikan 'The Gunners' pulang dengan poin penuh dari markas Palace lewat golnya di menit ke-87. Arsenal menang dua gol tanpa balas.

Hasil tersebut membuat Arsenal mengokohkan posisi di pucuk klasemen dengan 22 poin hasil dari sembilan pertandingan. Sementara Palace masih berkutat di posisi 19, nomor dua dari dasar klasemen, dengan 3 poin.

Jalannya pertandingan

Arsenal langsung mendominasi penguasaan bola dan menekan pertahanan tim tuan rumah. Hasinya di menit ke-3 Bacary Sagna melepaskan umpan silang yang bisa disambut Olivier Giroud dengan sundulan meski arah bola masih melambung dari gawang.

Klaim penalti akibat handball terlontar setelah Damien Delaney, yang sudah terjatuh di lapangan, menghalau bola operan Sagna ke depan gawang Palace. Tapi wasit tak sepaham.
Palace menggalang serangan balik di menit ke-13. Bola ditanduk Barry Bannan walau arahnya masih melambung di atas mistar gawang Arsenal.

Marouane Chamakh menemukan celah di pertahanan Arsenal dan melepaskan tembakan di menit ke-28. Bola masih belum menyulitkan Wojciech Szczesny yang menangkapnya dengan relatif mudah.

Palace tampaknya mulai bisa ganti menekan. Di menit ke-30, Chamakh mengoper bola ke Adlene Guedioura yang langsung menyepaknya tepat ke gawang Szczesny.

Arsenal menyerang di menit ke-35. Di sisi kiri arah gawang, Santi Cazorla menguasai bola yang lantas disepaknya usai mengecoh pemain belakang Palace. Si kulit bundar melaju di depan gawang lawan lalu keluar dari lapangan permainan.

Tiga menit kemudian giliran Aaron Ramsey yang mengancam gawang Palace dari sisi kiri arah gawang. Kiper Julian Speroni masih bisa menghalau bola yang tepat mengarah ke gawangnya tersebut. Sepakan Giroud menyambut operan Mesut Oezil di kotak penalti Palace pada menit ke-44 juga masih tepat ke pelukan Speroni.

Belum genap satu menit memasuki paruh kedua laga, wasit sudah menunjuk titik putih usai Serge Gnabry dilanggar di kotak terlarang. Mikel Arteta mengeksekusi tendangan penalti dengan baik dan membuat Arsenal memimpin 1-0.

Serangan lagi dari Arsenal di menit ke-54. Dari sisi kanan Sagna mengirim umpan silang ke depan gawang untuk dilanjutkan Giroud dengan sundulan, walau bola belum tepat ke sasaran.
Arteta mesti meninggalkan lapangan lebih dini di menit ke-65. Serangan balik cepat Palace melalui Chamakh membuat Arteta harus melanggarnya. Dinilai sebagai pemain terakhir menuju gawang, Arteta pun dikartu merah wasit.

Palace menekan di menit ke-74. Joel Ward melakukan overlap dan melepaskan tembakan yang membuat bola menghantam mistar gawang Arsenal. Setelah itu giliran Mile Jedinak yang melepaskan tembakan keras dan memaksa Szczesny melakukan penyelamatan.

Di menit ke-87 gawang Palace jebol lagi. Aaron Ramsey mengirim umpan lambung apik ke Giroud yang ada di kanannya. Giroud menyambut dengan sundulan yang mengubah skor jadi 2-0.


Susunan Pemain

Palace: Speroni, Ward, Delaney, Gabbidon, Moxey, Jedinak, Dikgacoi, Bannan (Gayle 77'), Thomas (Bolasie 58'), Guedioura (Kebe 72'), Chamakh.

Arsenal: Szczesny, Sagna, Mertesacker, Koscielny, Gibbs, Arteta, Flamini (Gnabry 8'), Ramsey, Oezil, Cazorla (Monreal 72'), Giroud.

Friday, October 25, 2013

Mertesacker: Arsenal Harus Perhatikan Lini Belakang

Bek Arsenal, Per Mertesacker, menilai The Gunners harus memperhatikan lini belakangnya jika ingin meraih kesuksesan merebut gelar Premier League musim ini.

Arsenal, yang berada di peringkat pertama klasemen sementara Premier League, sukses mencetak 18 gol hingga pekan kedelapan. Namun, skuad asuhan Arsene Wenger berada di peringkat keenam tim yang paling banyak kebobolan, yaitu dengan sembilan gol.

"Kami tahu kami berada dalam posisi yang bagus, tetapi kami tahu itu membutuhkan lebih dari sekadar bermain dengan kebebasan dan visi ke depan. Kami pertama-tama harus mengutamakan pertahanan dan setelah itu kami dapat fokus ke hal lainnya," ujar Mertesacker.

"Setelah itu, Anda bisa melihat apa yang akan terjadi," tambahnya.

Lebih lanjut, Mertesacker mengomentari perihal gol Jack Wilshere saat Arsenal mengalahkan Norwich City 4-1, Sabtu (19/10/2013). Ia menilai, gol tersebut adalah bentuk dari kerja sama tim yang sangat luar biasa.

"Kami mempunyai pemain-pemain yang dapat bermain sangat cepat bersama-sama. Tomas Rosicky datang dan dipasang bersamaan dengan pemain yang sama baiknya, seperti Mesut Oezil dan Jack WIlshere," kata Mertesacker.

"Ketika ketiga pemain itu dikombinasikan secara bersamaan, Anda dapat merasakan sebuah sihir di udara, yaitu kecocokan yang luar biasa. Mesut tidak perlu beradaptasi dengan gaya bermain kami karena dia adalah pemain yang bertalenta. Anda dapat melihat itu saat melawan Norwich ketika kami memainkan sepak bola yang sangat baik," tukasnya.